Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kebijakan Pendidikan

EDUCATION FOR WHOM?

Kesetaraan kesempatan pendidikan merupakan konsep yang kompleks karena berbagai alasan, yang beberapa di antaranya telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya. Konsep itu tidak definitif. Namun barangkali ada banyak penyebab yang menjadikannya preskriptif, bukannya definitif. Kesetaraan kesempatan pendidikan tidak menjabarkan keadaan yang sebenarnya. Ia hanya membahas yang “seyogyanya” apa yang sebaiknya,  apa yang diinginkan, apa yang diharapkan dan, tentunya, orang  tidak selalu sependapat mengenai apa yang sebaiknya itu. Orang yang mendefinisikan kesetaraan berpijak pada landasan moral. Moralisasinya bolehjadi baik atau bahkan perlunamun ini membuat pemahaman kita tentang persoalan kesetaraan kesempatan pendidikan dan pencapaian definisi yang universal tentang konsep itu menjadi amat sangat sulit. Faktor lain yang turut menyumbang rumitnya peluang pendidikan yang setara adalah banyaknya sisi di dalamnya. Sebagaimana persoalan yang lain, ia bisa dianalisis dari banyak perspekt...

Peran Sekolah dalam Peningkatan Partisipasi Masyarakat

Gambar
PERAN SEKOLAH DALAM PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT By. Aswasulasikin Perubahan paradigma sentralistik ke desentralistik membutuhkan upaya-upaya strategis yang harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk meningkatkan partisipasi masyarakat, karena saat ini partisipasi sebagai aset yang sangat penting bagi pemberdayaan masyarakat masih dalam jargon untuk legitimasi publik atau bisa dikatakan partisipasi masih bers I fat semu ( pseudo_participation) sebagai akibatnya hambatan-hambatan atas sejumlah kebijaka atau program pendidikan yang didesain belum bisa berjalan secara optimal. Artinya kebijakan desentralisasi pendidikan bertujuan untuk pemerataan dan dan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan akan gagal jika tidak didukung ol e h partisipasi aktif dari masyarakat. Partisipasi merupakan salah satu aspek penting dalam perubahan manajemen pendidikan. Karena partisipasi diperlukan bagi pembangunan bangsa. Meskipun tidak mudah untuk membangun partisipasi, tetap...

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN LOKAL

Gambar
Perubahan kebijakan pendidikan desentralistik penuh dengan harapan perbaikan pembangunan dalam pendidikan. Sentralisasi pendidikan belu m berhasil dalam mengoptimalkan peran pendidikan sebagai kekuatan moral bangsa, bahkan slogan kno w ledge is power masih jauh dari realitas. Disamping itu slogan dunia tentang hak kependidikan bahwa education for all masih ada beberapa tantangan konsep. Pendekatan sentralistik dianggap cendrung mematikan asal demokrasi. Sentralistik pendidikan melemahkan partisipasi masyarakat dan penyempitan ruang gerak bagi masyarakat pendidik. Proses ini telah menghilangkan potensi masyarakat untuk melahirkan ide kritis terhadap situasi pendidikan saat ini. Akibatnya lembaga pendidikan kurang berperan sebagai ruang publik, bagi tumbuhnya demokrasi. Dampak yang lebih mendalam dari hegemoni pendidikan ini adalah terjadinya pengkikisan pendidikan lokal dan pengkikisan budaya-budaya lokal. Tidak heran jika kemudian masyarakat lokal kehilangan identitasnya da...

Masyarakat dan Pendidikan

Selama ini masyarakat kita memandang sekolah sebagai sebuah instatusi yang akan mengangkat harkat dan martabat bangsa kita dengan baik. Melalui sekolah masyarakat akan mendapat pendidikan dengan yang baik, sehingga akan mendapatkan pencerahan hidup dan menjadi manusia sejati. Sekolah sebagai salah satu institusi yang dihormati oleh masyarakat karena sekolah merupakan tempat menempa ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam menjalani hidup menuju masa depan yang lebih sejahtera. Pendidikan merupakan proses sekaligus sistem yang bermuaran dan berujung pada pencapaian kualitas manusia yang dianggap ideal. Selain itu pendidikan diyakini mampu mengubah pranata sosial, budaya dan politik, bahkan peradaban sebuah bangsa. Di beberapa negara maju seperti Amerika, Jepang, Thailand, dan Malaysia, pendidikan merupakan prioritas utama. Amerika Serikat; pada era kepemimpinan George W. Bush, sangat gigih memperjuangkan pendidikan, misalnya dalam penganggaran pendidikan, presiden Bush menegaskan; “...

PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA LOKAL

Gambar
My Inspiration   Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin pesat mengakibatkan perubahan budaya masyarakat berlangsung dengan cepat, perubahan budaya masyarakat akan membawa perubahan pendidikan. Sebaliknya, perkembangan pendidikan akan membawa perubahan pada kehidupan masyarakat. Tarik-menarik dan dorong-mendorong antara keduanya menjadikan perubahan masyarakat berlangsung semakin cepat. Begitu cepat perubahan berlangsung, menyebabkan warga masyarakat tidak sadar bahwa merekapun mengalami perubahan. Pada dasarnya pendidikan tidak mungkin bisa dipisahkan dari kebudayaan karena pada hakikatnya pendidikan adalah proses pembudayaan, menurut K.H. Dewantara, Budaya berasal dari kata “ budi ” yang diartikan sebagai jiwa manusia yang telas masak atau buah budi manusia. Glazer dkk memandang budaya sebagai suatu totalitas pengalaman yang meliputi pengetahuan, keyakinan, seni, hukum, adat istiadat kapabilitas, dan kebiasaan lain yang dimiliki oleh manusia, pembudaya...