Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Model dan Evaluasi Kurikulum

Model evaluasi kurikulum sampai saat ini masih diperdebatkan oleh para ahli. masih-masih teori memiliki kekurangan dan kelebihan sesuai dengan sudut pandang mereka. oleh karena itu diperlukan analisis dari mahasiswa untuk memilih dan menentukan teori yang cocok dalam mengembangkan mata kuliah pengembangan kurikulum SD ringkasan materi dapat di download di sini

Tugas Kelas V E PGSD

Gambar
Diskusi Kelompok 1. Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok 2. Kelompok satu mendiskusikan tentang kepemimpinan 3. Kelompok dua mendidkusikan tentang organisasi 4. Durasi diskusi masing kelompok 30 Menit 5. Diskusi dilanjutkan dengan Presentasi masing-masing kelompok 6. Laporan hasil diskusi dilengkapi daftar hadir Sebagai acuan diskusi download disini  Materi diskusi boleh ditambah

Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

Gambar
Sejarah Prinsip Dasar Definisi Kata “prinsip” berasal dari bahasa Latin “principium” yang berarti penyebab utama, asal atau dasar. Prinsip juga dapat berarti 'suatu aturan-aturan dasar yang mengekspresikan nilai-nilai dasar suatu  kelompok komunitas yang tidak berubah-ubah dalam keadaan apapun. 'Sebagai contoh,  penghargaan kepada individu adalah suatu prinsip yang mendasari kemerdekaan. Landasan Banyaknya Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang bekerja dalam konteks yang berbeda-beda, dengan puluhan juta anggota, Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah memiliki warna yang beraneka ragam.Lebih dari itu, pekerjaannya pada dasarnya terdiri dari kegiatan sehari-hari yang praktis dan yang seringkali diimprovisasi. Dalam rangka mengatasi perbedaan ini, meminimalisasi ketidakcocokan dan memupuk tindakan yang konsisten dan efektif, Gerakan memerlukan standar yang universal sebagai referensi, seperangkat kebijakan dan pendekatan yang umum; dengan kata

Komponen Pengembangan Kurikulum

Kurikulum merupakan suatu sistem, dimana terdiri dari beberapa komponen penyusunnya, yaitu: komponen tujuan, isi, cara mengajar, dan evaluasi. Adapun penjabaran dari masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1.       Komponen tujuan -->  Bila kurikulum yang dikembangkan menggunakan pendekatan tujuan, maka yang ditetapkan terlebih dahulu adalah tujuan umum yang akan dicapai melalui pendidikan. 2.    Komponen isi -->  Komponen isi kurikulum adalah komponen yang memuat pesan yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk membentuk kompetensi pada diri siswa. 3.       Komponen strategi -->  Adalah komponen yang berisi pernyataan tentang penataan dan pemanfaatan berbagai hal untuk pencapaian tujuan pembelajaran atau untuk pengembangan kompetensi dalam diri siswa secara efektif dan efisien. 4.     Komponen evaluasi  --> pada kurikulum adalah komponen yang berisi pernyataan tentang upaya untuk mengetahui tingkat pencapaian pembelajaran, serta efisi

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah

Gambar
Pada tanggal 24 Juni 1859 di Solferino, sebuah kota kecil yang terletak di daratan rendah Propinsi Lambordi, sebelah utara Italia, berlangsung pertempuran sengit antara prajurit Perancis dan Austria. Pertempuran yang berlangsung sekitar 16 jam dan melibatkan 320.000 orang prajurit itu, menelan puluhan ribu korban tewas dan luka-luka. Sekitar 40 ribu orang meninggal dalam pertempuran. Banyaknya prajurit yang menjadi korban, dimana pertempuran berlangsung antar kelompok yang saling berhadapan, memang merupakan karakteristik perang yang berlangsung pada jaman itu. Tak ubahnya seperti pembantaian massal yang menghabisi ribuan orang pada satu waktu. Terlebih lagi, komandan militer tidak memperhatikan kepentingan orang yang terluka untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan. Mereka hanya dianggap sebagai 'makanan meriam'. Ribuan mayat tumpang tindih dengan mereka yang terluka tanpa pertolongan. Jumlah ahli bedah pun sangat tidak mencukupi. Saat itu, hanya ada empat orang dokter

Landasan Kurikulum

Gambar
Untuk menentukan arah dalam pengembangan kurikulum maka sebaiknya memperthatikan hal-hal yang dapat dijadikan sebagai landasan pengembangan. Dalam hal ini, landasan pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai pedoman yang mendasari langkah-langkah dalam mengembangkan kurikulum. Doll (1979), menyebut sejarah, filsafat, psikologi, serta masyarakat dan kebudayaan sebagai hal-hal yang perllu dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Sementara itu, Michaelis, Grossman, dan Scott (1975), menyebut lima landasan pengembangan kurikulum. Lima landasan tersebut adalah landasan historis, landasan filosofis, landasan sosial, landasan psikologis, dan landasan disiplin ilmu. Sedangkan menurut Toenliou (2017:13), bahwa umumnya terdapat tiga hal yang dipandang mendasar sebagai acuan pengembangan kurikulum. Ketiga hal tersebut adalah pandangan filsafat tentang hakikat manusia dan pendidikan, aspek sosial manusia, dan aspek psikologis manusia. Berikutnya Download disini

PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM

Secara umum terdapat lima prinsip pengembangan kurikulum. Prinsip-prinsip tersebut yaitu relevansi, kontinuitas, fleksibilitas, efektivitas, dan efisiensi. Secara rinci Lebih dijelaskan pada PPT dibawah ini. Download disini

Perkembangan Kurikulum

Gambar
Sejarah mencatat bahwa Kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia yakni kurikulum 1947 sampai kurikulum 2013, kurikulum tersebut mengalami pembaruan-pembaruan mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang semakin modern dan tentunya karena faktor perkembangan zaman. Berikut kurikulum dari dulu sampai sekarang. download

RPS Pengembangan Kurikulum SD

Capaian Pembelajaran Lulusan: Menguasai dan mengembangkan materi pembelajaran lima bidang studi utama di sekolah dasar; Menguasai dan mengembangkan kurikulum, pendekatan, strategi, model, metode, tehnik, bahan ajar, media dan sumber belajar, khususnya pada lima bidang studi utama di sekolah dasar; Mendiseminasikan gagasan-gagasan inovatif untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah: Mengkaji dan menguasai berbagai aspek teoritis dan praktis dalam mengembangkan kurikulum sekolah dasar melalui   kurikulum pada mata pelajaran pokok yang disesuaikan dengan pengembangan kurikulum 2013. RPS Download disini

EDUCATION FOR WHOM?

Kesetaraan kesempatan pendidikan merupakan konsep yang kompleks karena berbagai alasan, yang beberapa di antaranya telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya. Konsep itu tidak definitif. Namun barangkali ada banyak penyebab yang menjadikannya preskriptif, bukannya definitif. Kesetaraan kesempatan pendidikan tidak menjabarkan keadaan yang sebenarnya. Ia hanya membahas yang “seyogyanya” apa yang sebaiknya,  apa yang diinginkan, apa yang diharapkan dan, tentunya, orang  tidak selalu sependapat mengenai apa yang sebaiknya itu. Orang yang mendefinisikan kesetaraan berpijak pada landasan moral. Moralisasinya bolehjadi baik atau bahkan perlunamun ini membuat pemahaman kita tentang persoalan kesetaraan kesempatan pendidikan dan pencapaian definisi yang universal tentang konsep itu menjadi amat sangat sulit. Faktor lain yang turut menyumbang rumitnya peluang pendidikan yang setara adalah banyaknya sisi di dalamnya. Sebagaimana persoalan yang lain, ia bisa dianalisis dari banyak perspektif. Manak

TIPS MENULIS Ilmiah

Menulis Ilmiah dalam realisasinya merupakan perbuatan nyata dalam menuangkan ide atau gagasan ilmiah secara tertulis. Menulis Ilmiah adalah kompetensi yang harus dimiliki untuk mengembangkan ide dan pikiran seseorang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.  Menulis sebuah karya ilmiah bukanlah sebuah mitos, atau sesuatu yang harus ditakuti. tetapi harus dikembangkan dan didalami.... download disini

Menulis Kutipan

Gambar
Mengutip merupakan pekerjaan yang dapat menunjukkan kredibilitas penulis. Oleh karena itu, mengutip harus dilakukan secara teliti, cermat, dan bertanggung jawab...  Ada dua cara untuk mengutip, yaitu mengutip langsung dan mengutip tidak langsung.  Kutipan Tidak Langsung   Merupakan salinan yang persis sama dengan sumbernya tanpa penambahan (Widjono, 2005: 63).  Kutipan Langsung. Mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri (Widjono, 2005: 64) untuk lebih lengkapnya  download di sini

Sejarah Perkembangan Kurikulum

Gambar
Materi Tentang Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia. silahkan download di sini

Materi Anti Plagiat

Gambar
Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh kredit atau nilai suatu karya ilmiah, dengan mengutif sebagian atau seluruh jarya ilmiah orang lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumbernya secara tepat. ....... download di sini

Soal Ujian Akhir Semester

A. Petunjuk 1. Soal Semester Ganjil 2018/019 dikerjakan dirumah dan dikumpulkan pada hari rabu tanggal 17 Januari 2017 , waktu : a. Semester V A Jam 10.00 - 11.00 b. Semseter V B Jam 11.00 - 12.00 c. Semester V C Jam 12.00 - 13.00 2. Jawaban ditulis tangan pada kertas double polio 3. Jika menggunakan sumber harus menyertakan sumber jawaban. 4. Mohon d kumpulkan tepat waktu 5. Soal B. Soal 1.    Kurikulum di Indonesia mengalami perubahan secara kontinu sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan IPTEK. Tercatat dalam sejarah perkembangan kurikulum bahwa, perubahan kurikulum sudah dilakukan sebanyak sembilan kali perubahan mulai dari kurikulum rencana pelajaran 1947 sampai dengan K-13. Bagaimana tanggapan anda tentang perubahan kurikulum yang dilakukan secara terus menerus di Indonesia, dan bagaimana dampak perubahan kurikulum tersebut dalam peningkatan kualitas bangsa sampai dengan saat ini? 2.     Perkembangan kurikulum bertujuan untuk menjaga kualitas sumber